Kondisi Geografis
Secara geografis, Desa Ngembul terletak pada posisi 7°21’–7°31′ Lintang Selatan dan 110°10’–111°40′ Bujur Timur. Topografi Desa Ngembul berupa dataran sedang dengan ketinggian sekitar 120 meter di atas permukaan laut.
Desa Ngembul berada di antara beberapa desa yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Binangun dan Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Adapun batas wilayah Desa Ngembul adalah sebagai berikut.
Batas Wilayah Desa Ngembul
| Arah | Berbatasan dengan |
|---|---|
| Sebelah Barat | Desa Kedungwungu, Kecamatan Binangun |
| Sebelah Timur | Desa Tawangrejo, Kecamatan Binangun |
| Sebelah Selatan | Desa Rejoso, Kecamatan Binangun |
| Sebelah Utara | Desa Jugo, Kecamatan Kesamben |
Lokasi Desa
| Keterangan | Jarak/Waktu |
|---|---|
| Jarak ke ibu kota Kecamatan Binangun | 5 km |
| Waktu tempuh ke ibu kota kecamatan | 15 menit |
| Jarak ke ibu kota Kabupaten Blitar | 32 km |
| Waktu tempuh ke ibu kota kabupaten | 60 menit |
| Ketersediaan angkutan umum | Tersedia setiap hari |
Demografi
Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa Ngembul, jumlah penduduk Desa Ngembul tercatat sebanyak 5.283 orang, yang terdiri atas 2.645 laki-laki dan 2.638 perempuan. Jumlah kepala keluarga di Desa Ngembul tercatat sebanyak 1.874 kepala keluarga.
Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia
| No. | Kelompok Usia | Laki-laki | Perempuan | Jumlah | Persentase |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 0–4 tahun | 148 | 119 | 267 | 5,05% |
| 2 | 5–9 tahun | 188 | 189 | 377 | 7,14% |
| 3 | 10–14 tahun | 185 | 196 | 381 | 7,21% |
| 4 | 15–19 tahun | 201 | 195 | 396 | 7,50% |
| 5 | 20–24 tahun | 203 | 195 | 398 | 7,53% |
| 6 | 25–29 tahun | 204 | 203 | 407 | 7,70% |
| 7 | 30–34 tahun | 171 | 161 | 332 | 6,28% |
| 8 | 35–39 tahun | 220 | 219 | 439 | 8,31% |
| 9 | 40–44 tahun | 190 | 168 | 358 | 6,78% |
| 10 | 45–49 tahun | 152 | 212 | 364 | 6,89% |
| 11 | 50–54 tahun | 218 | 194 | 412 | 7,80% |
| 12 | 55–59 tahun | 170 | 203 | 373 | 7,06% |
| 13 | 60 tahun ke atas | 395 | 384 | 779 | 14,75% |
| Jumlah Total | 2.645 | 2.638 | 5.283 | 100,00% |
Sumber: BIP Desa 2021.
Berdasarkan data tersebut, penduduk berusia 25–29 tahun berjumlah 407 orang atau sekitar 7,70% dari jumlah keseluruhan penduduk. Kondisi ini menjadi salah satu modal penting bagi ketersediaan tenaga produktif dan pengembangan sumber daya manusia di Desa Ngembul.
Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu unsur penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tingkat pendidikan yang baik dapat meningkatkan kecakapan masyarakat, menumbuhkan keterampilan kewirausahaan, membuka lapangan kerja baru, serta membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran dan kemiskinan.
Tingkat Pendidikan Masyarakat
| No. | Tingkat Pendidikan | Jumlah | Persentase |
|---|---|---|---|
| 1 | Buta huruf usia 10 tahun ke atas | – | 0% |
| 2 | Tidak/belum sekolah | 1.021 | 19,41% |
| 3 | Belum tamat SD | 545 | 10,37% |
| 4 | Tamat SD | 1.766 | 33,60% |
| 5 | Tamat SMP | 1.060 | 20,16% |
| 6 | Tamat SMA | 715 | 13,60% |
| 7 | Tamat Diploma II | 32 | 0,60% |
| 8 | Tamat Diploma III/Sarjana Muda | 23 | 0,44% |
| 9 | Tamat Diploma IV/Strata 1 | 90 | 1,71% |
| 10 | Strata II | 5 | 0,09% |
| 11 | Strata III | 1 | 0,02% |
| Jumlah Total | 5.258 | 100% |
Sumber: Profil Desa 2021.
Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Desa Ngembul menamatkan pendidikan pada jenjang SD dan SMP. Kondisi ini menjadi tantangan dalam penyediaan sumber daya manusia yang memadai, terampil, dan berdaya saing.
Kualitas pendidikan di Desa Ngembul dipengaruhi oleh keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, kondisi ekonomi masyarakat, serta pandangan hidup masyarakat terhadap pendidikan.
Sarana pendidikan di Desa Ngembul tersedia hingga tingkat pendidikan dasar sembilan tahun, yaitu SD dan SMP. Sementara itu, pendidikan tingkat menengah ke atas berada di wilayah lain dengan jarak yang relatif lebih jauh.
Pelatihan dan kursus dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, sarana dan lembaga pelatihan di Desa Ngembul masih perlu dikembangkan agar dapat berjalan secara berkelanjutan.
Kesehatan
Pelayanan kesehatan merupakan hak setiap warga masyarakat dan menjadi unsur penting dalam peningkatan kualitas serta produktivitas masyarakat. Masyarakat yang produktif perlu didukung oleh kondisi kesehatan yang baik.
Gangguan kesehatan yang sering dialami masyarakat antara lain penyakit degeneratif dan kondisi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan penanganan berkelanjutan dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, keluarga, dan pihak terkait.
Data Disabilitas Fisik
| No. | Jenis Disabilitas/Kondisi | Jumlah |
|---|---|---|
| 1 | Hidrocephalus | 1 orang |
| 2 | Tuna wicara | 7 orang |
| 3 | Tuna rungu | 4 orang |
| 4 | Tuna netra | 2 orang |
| 5 | Lumpuh | 6 orang |
Data tersebut menunjukkan bahwa peningkatan pelayanan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat masih perlu terus dilakukan.
Keluarga Berencana
Peserta keluarga berencana atau KB aktif di Desa Ngembul berjumlah 1.309 pasangan usia subur, dari jumlah 1.353 wanita usia subur (WUS).
Data Imunisasi Anak
| No. | Jenis Imunisasi | Jumlah Anak |
|---|---|---|
| 1 | Hb | 42 anak |
| 2 | BCG | 62 anak |
| 3 | Polio 1 | 62 anak |
| 4 | DPT 1 | 64 anak |
| 5 | Polio 2 | 71 anak |
| 6 | DPT 2 | 65 anak |
| 7 | Polio 3 | 64 anak |
| 8 | DPT 3 | 71 anak |
| 9 | Polio 4 | 30 anak |
| 10 | IPV | 74 anak |
| 11 | MR | 75 anak |
| 12 | DPT 4 | 68 anak |
| 13 | MR 2 | 70 anak |
Tingkat partisipasi masyarakat dalam pelayanan kesehatan tergolong relatif tinggi, meskipun masih dapat terus ditingkatkan. Fasilitas kesehatan yang tersedia di Desa Ngembul berupa Puskesmas Pembantu dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).
Dari 50 kasus kelahiran pada tahun tersebut, terdapat dua bayi yang meninggal dunia akibat kelainan bawaan.
Dari jumlah 400 balita, tidak terdapat kasus gizi buruk. Namun, terdapat 21 balita dengan berat badan kurang dari normal, sehingga masih memerlukan perhatian dan pendampingan.
Keadaan Sosial
Dinamika Politik Lokal
Perubahan dinamika dan sistem politik di Indonesia yang semakin demokratis turut memengaruhi kehidupan masyarakat Desa Ngembul. Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa, pemilihan legislatif, pemilihan presiden, pemilihan kepala daerah, dan pemilihan gubernur yang melibatkan masyarakat desa secara umum.
Dalam tradisi masyarakat Jawa, kandidat kepala desa terkadang dikaitkan dengan hubungan keluarga atau tokoh kepala desa sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari adanya anggapan bahwa jabatan kepala desa berkaitan dengan garis keturunan keluarga tertentu. Fenomena tersebut dalam tradisi Jawa sering disebut sebagai pulung.
Namun, jabatan kepala desa tidak dapat diwariskan kepada anak atau keturunannya. Kepala desa dipilih berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan serta dinilai berdasarkan kecerdasan, etos kerja, kejujuran, dan kedekatannya dengan masyarakat.
Setiap masyarakat yang memenuhi persyaratan berdasarkan peraturan yang berlaku dapat mengajukan diri sebagai calon kepala desa.
Pada pemilihan Kepala Desa Ngembul tahun 2019, partisipasi masyarakat mencapai sekitar 85%. Terdapat dua kandidat yang mengikuti pemilihan tersebut. Pelaksanaan pemilihan kepala desa menjadi salah satu kegiatan demokrasi yang mendapat perhatian besar dari masyarakat.
Setelah proses politik selesai, kehidupan masyarakat kembali berjalan normal. Masyarakat tidak terus-menerus terpecah berdasarkan pilihan politik. Kehidupan yang penuh gotong royong, tolong-menolong, dan kebersamaan tetap terpelihara.
Kepemimpinan dan Partisipasi Masyarakat
Pola kepemimpinan Desa Ngembul mengedepankan mekanisme yang demokratis. Pengambilan keputusan melibatkan masyarakat, baik melalui lembaga resmi desa seperti Badan Permusyawaratan Desa (BPD) maupun melalui partisipasi langsung warga.
Dinamika politik lokal Desa Ngembul dapat dinilai cukup baik, mulai dari pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan, hingga partisipasi masyarakat dalam menerapkan sistem demokrasi dalam kehidupan politik lokal.
Namun, perhatian masyarakat terhadap isu politik daerah dan nasional masih perlu ditingkatkan, terutama pada isu yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat.
Kehidupan Sosial dan Budaya
Keterbukaan masyarakat terhadap arus informasi mendorong berkembangnya berbagai lembaga sosial, politik, agama, dan budaya di Desa Ngembul.
Perkembangan tersebut perlu dikelola dengan bijaksana. Meskipun kegiatan berlembaga dan berorganisasi merupakan hal yang positif, perkembangannya tetap perlu diarahkan agar tidak menimbulkan kerawanan atau konflik sosial di tengah masyarakat.
Potensi Bencana
Dalam catatan yang tersedia, belum pernah terjadi bencana alam maupun bencana sosial yang berdampak sangat besar di Desa Ngembul. Permasalahan seperti kemiskinan dan bencana alam belum mencapai kondisi kronis yang membahayakan kehidupan sosial masyarakat.
Meskipun demikian, pengawasan tetap perlu dilakukan di seluruh wilayah Desa Ngembul, terutama pada wilayah yang memiliki potensi banjir ketika terjadi hujan lebat.
Keadaan Ekonomi
Tingkat pendapatan rata-rata penduduk Desa Ngembul adalah sekitar Rp1.200.000 per bulan.
Secara umum, mata pencaharian masyarakat Desa Ngembul dapat dikelompokkan ke dalam sektor pertanian, jasa dan perdagangan, industri, serta sektor lainnya.
Berdasarkan data yang tersedia, masyarakat yang bekerja di sektor pertanian berjumlah 1.043 orang, sektor jasa berjumlah 1.414 orang, sektor industri berjumlah 276 orang, dan sektor lainnya berjumlah 23 orang.
Dengan demikian, jumlah penduduk yang memiliki mata pencaharian tercatat sebanyak 2.756 orang.
Mata Pencaharian Masyarakat
| No. | Mata Pencaharian | Jumlah | Persentase |
|---|---|---|---|
| 1 | Petani/Pekebun | 1.043 orang | 37,85% |
| 2.1 | Jasa Pemerintahan | 57 orang | 2,07% |
| 2.2 | Jasa Perdagangan | 234 orang | 8,49% |
| 2.3 | Jasa Angkutan | 50 orang | 1,82% |
| 2.4 | Jasa Keterampilan | 63 orang | 2,28% |
| 2.5 | Jasa Lainnya | 1.010 orang | 36,64% |
| 3 | Sektor Industri | 276 orang | 10,01% |
| 4 | Sektor Lainnya | 23 orang | 0,84% |
| Jumlah Total | 2.756 orang | 100% |
Sumber: Profil Desa 2021.
Berdasarkan data tersebut, angka pengangguran di Desa Ngembul tergolong tidak terlalu tinggi. Jumlah penduduk usia 20–59 tahun yang belum bekerja tercatat sebanyak 288 orang, dari sekitar 3.044 orang angkatan kerja.
Meskipun demikian, sebagian masyarakat Desa Ngembul hanya memiliki pekerjaan pada musim tertentu sehingga belum memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang stabil sepanjang tahun.
Pembagian Wilayah Desa
Wilayah Desa Ngembul terdiri atas empat dusun. Setiap dusun dipimpin oleh seorang Kamituwo yang memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
Pembagian Dusun Desa Ngembul
| No. | Nama Dusun |
|---|---|
| 1 | Dusun Ngembul |
| 2 | Dusun Sumberpandan |
| 3 | Dusun Blumbang |
| 4 | Dusun Kebonrejo |
Untuk memaksimalkan fungsi pelayanan kepada masyarakat, keempat dusun tersebut terbagi menjadi 10 Rukun Warga (RW) dan 38 Rukun Tetangga (RT).
Struktur Organisasi Pemerintah Desa
Keberadaan Rukun Tetangga (RT) sebagai bagian dari satuan wilayah pemerintahan Desa Ngembul memiliki fungsi penting dalam pelayanan masyarakat, terutama dalam menjembatani hubungan antara masyarakat dengan pemerintahan pada tingkat yang lebih tinggi.
Sejumlah Rukun Tetangga membentuk satu Rukun Warga (RW). Sebagai sebuah desa, struktur kepemimpinan Desa Ngembul juga tidak dapat dipisahkan dari struktur administratif pemerintahan pada tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, dan nasional.
Pejabat Pemerintah Desa Ngembul
| No. | Nama | Jabatan |
|---|---|---|
| 1 | PITOYO | Kepala Desa |
| 2 | RITA MAYA SARI | Sekretaris Desa |
| 3 | – | Kepala Seksi Pemerintahan |
| 4 | FARIDATUL NUR AZIZAH | Kepala Seksi Kesejahteraan |
| 5 | – | Kepala Seksi Pelayanan |
| 6 | ICHSAN | Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum |
| 7 | SULIH | Kepala Urusan Keuangan |
| 8 | AZIS ARIFIN | Kepala Urusan Perencanaan |
| 9 | CAHYO PRIBADI | Kamituwo Ngembul |
| 10 | UMMI SHINTYA DEWI | Kamituwo Sumberpandan |
| 11 | GANDI KUSWANTO | Kamituwo Blumbang |
| 12 | AGUS SUYITNO | Kamituwo Kebonrejo |
Badan Permusyawaratan Desa Ngembul
Badan Permusyawaratan Desa atau BPD merupakan lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan dengan anggotanya sebagai wakil masyarakat desa berdasarkan keterwakilan wilayah.
Nama Anggota Badan Permusyawaratan Desa Ngembul
| No. | Nama | Jabatan |
|---|---|---|
| 1 | ASHARI | Ketua |
| 2 | TUKIMAN | Wakil Ketua |
| 3 | WIWIN INDRAYANI | Sekretaris |
| 4 | BINTORO | Anggota |
| 5 | WIDIANTO | Anggota |
| 6 | ERNI SUTARSIH | Anggota |
| 7 | SUGENG | Anggota |
| 8 | SUJIANTI | Anggota |
| 9 | SUKARLIN | Anggota |









